Langsung ke konten utama

Aku dan Kobaran Semangat




Aku dan Kobaran Semangat
Oleh: Muchammad Sirojul Munir 

Aku akan terus menempa diriku
Kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apapun

Jika api dalam diriku mulai padam, aku akan membakarnya lagi
Mengobarkannya menjadi lebih besar dan semakin besar

Bagiku, semangat mengobar dalam mencari tahu dan dalam membuntuti rasa penasaran jauh lebih berharga daripada piala apapun, bahkan emas permata sekalipun 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Radikal dengan I’rab al-Qur’an

Kalau mendengar kata radikal, bayangan kita pasti akan langsung tertuju kepada terorisme, yang merupakan kelompok Islam yang suka melakukan pengeboman. Sekilas kata radikal terdengar sebagai suatu hal yang sesat, membahayakan merupakan suatu ancaman, dan oleh karena itu harus dihindari. Namun, apa yang akan terjadi kalau dikatakan bahwa dengan al-Qur’an, kita bisa belajar menjadi orang yang radikal. Sebenarnya, kalau kita tahu makna radikal yang sesungguhnya, maka hal itu merupakan sesuatu biasa-biasa saja. Radikal, secara bahasa artinya seakar-akarnya. Berpikir radikal berarti berpikir mendalam sampai seakar-akarnya. Lalu mengapa kata radikal selalu dikaitkan dengan kelompok-kelompok sesat yang suka menteror? Begitu pula dengan kata fundamental. Kalau kita mendengar kata fundamental, kita pasti juga akan berpikiran bahwa itu merupakan suatu hal yang sesat. Padahal, fundamental sendiri artinya dasar, sumber; bukan suatu hal yang berkonotasi negative apalagi sesat. Sebenarnya, kata radi...

Memahami al-Qur’an untuk Rambu-Rambu Kehidupan

  Hidup di zaman akhir seperti sekarang ini diperlukan tameng yang kuat untuk dapat mempertahan diri dari segala macam pengaruh, ajaran, dan ideologi yang sesat-menyesatkan. Kita perlu sesuatu yang dapat menyelamatkan diri kita dari kesesatan, yang dapat berdampak pada kerugian tidak hanya di dunia, tetapi bahkan juga di akhirat. Allah Swt. telah menganugerahkan sebuah kitab pedoman dan petunjuk hidup agar kita khususnya umat muslim selamat di dunia dan akhirat, yaitu al-Qur’an. Yang dinamakan petunjuk berarti kita harus tahu artinya, agar bisa memahami maksud yang disampaikan di dalamnya, baru kemudian bisa menjadikannya sebagai penuntun dalam menjalani kehidupan. Tetapi kalau tidak tahu artinya, maka apakah al-Qur’an bisa disebut sebagai petunjuk?  Namun, itulah yang terjadi pada sebagian besar umat Islam di akhir zaman ini. Mereka tidak tahu arti dan maksud yang disampaikan di dalam al-Qur’an. Lebih parah lagi, bahkan membacanya pun enggan. Mereka lebih senang membicara...

Sirojul: Perubahan dan Perkembangan Selama di Monash Institute

  Saya rasa banyak hal yang saya dapatkan selama saya berada di Monash Intitute Semarang. Dan selama di sini pula banyak sekali perubahan dan perkembangan yang terjadi pada diri saya yang saya rasakan. Ya, memang banyak sekali. Di tulisan kecil ini, akan saya ceritakan apa saja hal itu.  Sebelum Masuk Monash Memang, dari dulu saya belum pernah mondok sama sekali di pondok pesantren mana pun. Sebelumnya, saya hanya ngaji di madrasah dan di rumah salah satu ustadz di kampung saya. Madrasah di kampung saya ada dua jenis: Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyyah Awwaliyyah (MDA). Madrasah TPQ dimulai dari pukul 13.00 WIB sampai 15.00 WIB, sedangkan Madrasah MDA dimulai dari pukul 16.00 WIB sampai 17.00 WIB. Tidak cukup dengan itu, setelah Maghrib saya juga melanjutkan mengaji kepada ustadz di kampung saya, yang rumahnya dijadikannya sebagai tempat mengaji bagi anak-anak dan ibu-ibu. Malam Rabu sampai malam Senin dipakai untuk mengaji bagi anak-anak, sedangkan malam...