Rojul al-Munir, adalah seorang pengelana yang selalu haus akan ilmu dan sangat gemar menyelam ke dalam samudra keilmuan. Pria kelahiran Kendal, 16 Juli 2000 ini memiliki motto hidup: “Semangat membara dalam mencari tahu dan dalam membuntuti rasa penasaran jauh lebih berharga dari piala apapun, bahkan emas permata sekalipun.” Sejak kecil, anak keempat dari lima bersaudara yang memiliki nama asli M. Sirojul Munir ini memang dikenal sebagai anak yang selalu haus akan ilmu dan tak kenal lelah dalam mencarinya. Bahkan, demi mendapatkanya, ia rela meski tak tidur seharian. Ke mana pun, selalu ia kejar.
Rojul mengawali pendidikan dasarnya di kampung halamannya, yaitu di SD N 1 Jotang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan menengahnya di MTs N Kendal (sekarang telah berganti nama menjadi MTs N 2 Kendal) dan MAN Kendal. Selain belajar di pendidikan formal, ia juga meluangkan waktunya untuk belajar ilmu agama dasar di TPQ (Taman Pendidikan al-Qur’an)-MDA (Madrasah Diniyyah Awwaliyyah) Manbaul Ulum Jotang-Kendal. Setelah itu, ia melanjutkan di Pondok Pesantren Nurul Ihsan Trompo-Kendal sebagai santri laju/kalong (sebuah sebutan bagi santri yang hanya mengaji di pondok tetapi tidak tinggal di sana, melainkan setelah selesai mengaji, dia pulang ke rumah masing-masing).
Singkat cerita, setelah kira-kira lima tahun belajar di madrasah Pondok tersebut, kebetulan pada waktu itu ia juga lulus dari MAN Kendal. Setelah lulus, Rojul memutuskan untuk hijrah meninggalkan kampung halamannya dan melanjutkan studinya di UIN Walisongo Semarang, sekaligus nyantri di Pondok-Pesantren Tahfidh al-Qur’an Monash Institute Semarang yang diasuh langsung oleh Dr. Mohammad Nasih, M.Si., seorang hafidh al-Qur’an, cendekiawan, dan ilmuwan politik yang peduli terhadap nasib masa depan kaum muda. Di Monash Institute itulah Rojul mulai menghafal al-Qur’an dan mengenal dunia tulis menulis.

Komentar
Posting Komentar